Prajurit TNI, direkrut dari masyarakat umum dalam upaya memenuhi kebutuhan organisasi TNI. Untuk memperoleh prajurit baru yang berkualitas serta mampu memenuhi tuntutan tugas, maka penyediaan prajurit dilaksanakan melalui penerimaan dan pengerahan dengan kegiatan-kegiatan pengujian atau penyaringan berdasarkan persyaratan yang ditentukan.
Persyaratan Umum untuk menjadi prajurit adalah :
- Warga negara Republik Indonesia,
- Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
- Setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945,
- Sudah berumur 18 tahun,
- Sehat jasmani dan rohni, serta
- Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan
- Keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
- Selain itu, harus memenuhi persyaratan lain yang ditentuka dan lulus dari pengujian atau lulus dari penyaringan.

Prajurid TNI-AD
- Taruna AKMIL
- Prajurit Perwira Karir (PA PK)
- Pa PSDP Penerbang
- Bintara
- Tamtama Baru

Prajurid TNI-AL
- Taruna AAL
- Perwira Prajurit Karir (PA PK)
- Pa PSDP Penerbang
- Bintara
- Tamtama

Prajurid TNI-AU
- Taruna AAU
- Perwira Prajurit Karir (PA PK)
- Dinas Pendek
- Bintara
- Tamtama BARU

Prajurid Polri
- Taruna AKPOL
- Prajurit Polri














tgl brapa pak pendaftaran MARINIR yg tingkat CATAM d buka…
apkah administrasi’a besar????
Komentar oleh reka putraa artama — 24 Desember 2009 @ 12:13 pm
bila perwira karir polri gmn ya?????pendidikanya brp lama?makasih
Komentar oleh fitria — 26 Maret 2010 @ 1:44 pm
smoga suatu saat saya bisa mewujudkan cita-cita saya untuk menjadi seorang KOWAD
Komentar oleh eka — 13 April 2010 @ 5:38 am
salam sejahtera….pak saya mau tanya..kenapa sekarang banyak para TNI masuk ke perusahaan dan disitu mereka menjadi para kordinator keamanan,,,apa yang seperti itu diperbolehkan oleh negara,apa ini pula yang dimaksud missi negara.
Komentar oleh hery-s — 29 Mei 2010 @ 1:44 am
kalau menurut saya mereka hanya sebagai penjaga keamanan, biasanya untuk mengamankan para pejabat penting. kalu soal boleh atau ga boleh bukan hak saya untuk mengatakannya.
Komentar oleh donaemons — 4 Juni 2010 @ 3:11 pm
kepada bpk/ibu TNI AL.untuk ikut test AL apakah bisa tanpa dana???saya kepengen jadi Seorang angkatan tp ekonomi yg gak mendukung???
Komentar oleh manuel — 5 Juni 2010 @ 7:22 am
bukannya mau pesimis. tapi melihat keadaan negara kita sekarang, seolah-olah “everything is money” segalanya adalah uang. tapi coba aja dulu untuk tidak pesimis. semua tergantung takdir. jika Tuhan mengizinkan pasti bisa walau tanpa biaya. mengingat negara kita sekarang membutuhkan tentara yang bertekad besar seperti anda.
Komentar oleh donaemons — 7 Juni 2010 @ 2:24 pm
woi, boleh bicara keras ,,,,woi,aku inut nuzma nasution st nich udah tamat akademi fakultas universitas sekolah tinggi lagi aku ke kerjaanmu kagak ada sediit pun manusia jam waktu miring 13.14 menit ,aku belun punya yang kau punya ,khususnya ketua, kapan bisa jumpa badan saya udah kecil and kurus, tolong perhatian ya,,,,,angkatan tni polri ad -au-al-polisi repoblik manapun,melantik tak tentu arah , saya ketik melalui jalur masarakat oke, internet masyarakat ,entah apa kalimat saya ini jangan engkau pertanyakan lagi oke,,, not teroris saya ,not residivis saya ,mungkin tanpa kau kenal kau sudah tau siapa saya,angkatan 1990,keluaran 1998 ,baju daerah tipuan seluruhnya, tak ada oke, untuk baju tak ada ,perlengkapan apapun saya minta tidak terkirim dengan baik ke telapak saya ,ranmor semuanya,……………………………………………..
Komentar oleh inut nuzma nasution st — 22 Juli 2010 @ 7:28 pm
rung saya inut nuzma nasution st nama saya keluaran adjend I bukit barisan ,bukan tahanan kalimat keluaran,bukan tersangka kalimat keluaran oke………..
Komentar oleh inut nuzma nasution st — 22 Juli 2010 @ 7:31 pm