donaemons blog

10 Januari 2009

Penyakit Penuaan Dini pada Anak-anak

Filed under: tugas sekolah — donaemons @ 8:47 am

untitled1Kesehatan – Menurut laporan CNN pada 28/12 lalu, seorang bocah laki-laki yang tinggal di kawasan Darlington, Washington, AS, bernama Shaes Kurker yang meskipun baru berusia 12 tahun, namun tampangnya tampak seperti seorang kakek botak usia 80-an yang dipenuhi keriput di wajahnya.
Terbetik berita, bahwa Kurker mengidap suatu penyakit penuaan dini anak-anak yang langka, meski hatinya masih merupakan hati anak-anak, namun, pembuluh darahnya sudah mengeras, dan menderita siksaan radang sendi.

Karena tidak tumbuh secara sempurna, tinggi badannya hanya 1 meter, dengan berat badan 25 pon. Harapan terbesar Kurker yang baru berusia 12 tahun saat ini adalah, dapat hidup hingga “masa remaja”.

Penderita penuaan dini di seluruh dunia saat ini kurang lebih 42 orang, namun hingga saat ini ilmuwan belum mendapatkan cara untuk menyembuhkan penyakit penuaan dini ini.

Penyakit penuaan dini adalah suatu penyakit apriori (pembawaan sejak lahir). Kecepatan metabolisme organisme penderita adalah 8 kali lipatnya orang normal, karena itu sebagian besar dari mereka hanya dapat hidup hingga belasan tahun lamanya.

Perbandingan mengidap penyakit penuaan dini adaah 1/10 juta, dan penderita semuanya adalah anak-anak. Setiap pembelahan sel tubuh, kromosom akan sedikit menyusut.

Saat ini dunia medis masih belum menemukan sebab-sebab mengidap penyakit penuaan dini namun, menurut ahli terkait, penyakit ini mungkin disebabkan kelainan pada kromosom, yang menyusut terlalu cepat.

Gejala penderita penyakit penuaan dini meliputi : rambut rontok, pertumbuhan gigi agak lambat, perawakan kecil pendek dan lemak di bawah kulit berkurang dan lain sebagainya.

Ahli terkait menuturkan, bahwa pasien anak-anak ini umumnya hanya dapat hidup antara 7-20 tahun, dan sebagian besar meninggal dunia karena penyakit pada pembuluh darah. Saat ini belum ada cara yang efektif dalam menyembuhkan penyakit penuaan dini ini.

Peneliti menganalisis sel pasien anak-anak penuaan dini dengan sel tikus yang menderita penuaan dini, membandingkan kecepatan penuaan sel normal, keadaan abnormal kromosom, reaksi kerusaka gen dan fungsi regenerasi dan lain sebagainya.

Dan hasilnya didapati, sel anak-anak yang mengidap penyakit penuaan dini lebih mudah menjadi tua dibanding sel tikus, selain itu kromosomnya lebih mudah hilang atau putus, mencerminkan kerusakan gen meningkat.

Di samping itu, ketidaknormalan gen protein A lapisan serat inti dapat memengaruhi regenerasi kerusakan DNA, menyebabkan susunan gen tidak stabil, sehingga proses penuaan bertambah cepat, dan akibatnya menjadi tua sebelum waktunya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: